Wednesday, August 06, 2008
Selamat Jalan Sahabat


Selasa malam, tidak lama sesudah magrib aku mendapat sms dari Mbak Fatmah
"Innalillahi wa inna illaihi ro'jiuun, sahabat kita Ruri baru saja dipanggil Allah Swt"
langsung sesak dada ini, perasaan ngilu saat rasanya hati jatuh ke mata kaki, perasaan yang sama yang akhir akhir ini sering aku rasakan sejak Ben tiada.

Ruri bagiku adalah sosok yang menggambarkan pejuangan seorang ibu demi buah hati yang teramat dicintainya. Saat hormon kehamilan malahan memicu sel sel kanker di dalam tubuhnya. Saat ia lebih mempertahankan buah hatinya dan menunda kemo. Kadang aku pun sulit untuk memahami rencana Tuhan saat ini. Meski aku yakin ada suatu rencana besar yang lebih indah kelak, namun tak pelak iba membayangi. Teringat Abit yang seusia Catherine, juga Fira yang baru 15 bulan dan tentu amat sangat membutuhkan seorang ibu. Semoga Tuhan menjaga mereka.

Masih lekat dalam ingatan, saat aku cukup sering bertandang ke rumahmu yang asri di Bintaro, aneka kursus yang sering diadakan disana. Kursus yang sangat berkesan adalah kursus masakan Padang, pesertanya sangat sedikit sehingga kita bisa berbincang akrab sambil memasak gulai itik cabai hijau. Kamu masih sangat sehat waktu itu, tahun 2006 menjelang bulan puasa.

Saat terakhir menjenguk di MMC, tampak jelas ketabahan dan ketegaran Ruri dalam menghadapi ujian ini. Aku sangat kagum. Kami lama berbincang, terutama setelah tahu bahwa Ruri dan Alfin satu almamater dengan Pa' satu kampus pula. Sempat terbersit keinginan untuk menemani Ruri di RS lebih sering, karena membayangkan sepinya melewatkan hari sendiri di dalam kamar dalam keadaan sakit pula. Ahh...tak kuduga Tuhan memanggilmu begitu cepat.

Malam hari, aku mimpi Ben datang. Malaikatku itu memang selalu datang saat aku gundah atau sedih. Jemput tante Ruri ya Nak, tunjukkan tempat tempat indah yang kamu ceritakan pada mama dalam mimpi.
Selamat Jalan Sahabat, kamu adalah pemenang.

keterangan gambar :
Ruri berbaju pink, foto saat syuting O'Channel di markas NCC Matraman Januari 2007. Aku berbaju hijau sebenarnya duduk di sebelahnya. Ternyata saat saat kita bertemu lebih banyak dihabiskan untuk ngerumpi dan hahahihi dibandingkan berfoto ya. Ini aja foto milik Mbak Fatmah.

3 Comments:

At 11:24 AM, Anonymous Anonymous said...

Vita,
Dikau kuat banget say. Aku salut banget denganmu..., aku jauh banget dibanding dirimu. Kita semua kehilangan Ruri sepeti juga kita kehilangan Ben. Namun mereka selalu dalam doa-doa kita. Take care my friend....

 
At 1:20 PM, Blogger Adzan W. Jatmiko said...

mbak vita...
aku slalu ga kuat nahan tangis klo baca blog nya T_T...

makasih ya mbak..
inspiring slalu..

yakin deh mbak ruri sama ben skrg lebih bahagia...

 
At 11:09 AM, Anonymous Anonymous said...

Bener banget Vit, kursus masakan Padang dan shooting O Channel itu adalah beberapa momen paling berkesan bersama almarhumah. Gimana kita dah ge-er mau menyerbu Klappertart yang dibawa Ruri, ternyata dilarang terus sama crew O Channel. Ato gimana kita ketawa2 karena Ike malu-malu mau minta nambah Pepes Nasi buatan Ruri yang jadi hidangan makan siang kita waktu kursus itu. Aduh... kayaknya baru kemarin ya. Tapi pastilah ini jalan terbaik yang sudah dipilihkanNYA. Semoga Abit dan Fira jadi anak yang membanggakan bunda dan ayahnya. Amien

Yanti

 

Post a Comment

<< Home

happy 3th birthday